Tips merantau di Pulau Orang

Pernah gak sih waktu lo kecil ngebayangin akan pergi meninggalkan kampung halaman dalam waktu yang lama? meninggalkan rumah, suasana nyaman lingkungan dan tetangga, meninggalkan keluarga, saudara yang sering berantam tapi ngangenin dan si doi di sana (kaya ada aja yekan) trus harus merantau ke pulau nun jauh dan tak pernah ada di benak, untuk keperluan pekerjaan, sekolah, kuliah atau lainnya? kalau gue sih ngebayangin pernah, tapi ngebayangin itu akan menjadi sejauh ini, TIDAK sama sekali.

Gue lahir di Pematangsiantar guys, salah satu kota di Sumatera Utara. SD, SMP, SMA di kota yang sama pula, bahkan kuliah pun (dapatkah satu tahun belajar disebut kuliah?) di kota yang hanya berjarak tiga jam perjalanan kalau naik bus. yah, masih sama lah kultur, bahasa dan sosialnya. Dan sekarang, setelah hampir tiga tahun merantau di Jakarta yang membutuhkan energi untuk menyesuaikan pola kehidupannya, gue harus pindah lagi ke salah satu kota di Kalimantan Timur. Pekerjaan memang sangat membingungkan di kehidupan orang dewasa. Seandainya gue masih kecil, pasti gue gak akan mikir untuk resign kalau pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang gue harapkan. Tapi dunia orang dewasa tidak segampang itu, banyak amat pertimbangannya. Duhhhh, kok gue malah curcol ya.

Kembali ke topik. Jadi ketika pertama kali lo merantau, lo akan merasakan beberapa hal yang membuat lo pengen pulang banget. Dan ada momen-momen tertentu yang akan membuat lo bosan tingkat kecamatan bahkan sampai tingkat Gubernur DKI Jakarta (lahhh). Perasaan kosong, hampa karena tidak ada teman. perasaan sepi dan sunyi (Apalagi buat yong Jomblo, ngenes deh). itu semua adalah hal yang wajar dan sewajarnya tidak perlu ditolak. yang sangat perlu diperhatikan adalah BAGAIMANA KETIKA PERASAAN NEGATIF ITU SEMUA MUNCUL, KITA SIAP MENGHADAPINYA. Berikut tips yang selama ini aku praktekkan dan mudah-mudahan bisa bermanfaat.

1. Cari tahu informasi detail mengenai tujuan merantau

Sebelum berangkat, pastikan lo tau informasi tentang tempat yang bakal lo tinggali. Mungkin saja lo bakalan lama tinggal di sana dan mengetahui tentang suatu tempat adalah awal lo mencintai tempat tersebut. Minimal lo harus tahu daerah itu gimana, suhu udara nya kah, orang-orang yang banyak menempati, tipe orang setempat kah, bahasa yang digunakan, yah sekedarnya saja.

2. Eksplore !!!

Supaya gak bosan, sangat disarankan untuk mengeksplor tempat baru lo. mau itu kota besar, desa, di gunung, pantai, macet atau tidak. setiap kota adalah unik. gue yakin pasti ada hal yang bakalan buat lo jatuh cinta sama tempat itu.

3. Jalin terus komunikasi dengan keluarga dan teman lama

Dengan teknologi sosial media sekarang yang sangat maju, kayaknya gampang sekali untuk terhubung dengan orang lain. WhatsApp, BBM, Line, Path, Facebook, Twitter, Instagram. Bahkan telepon genggam pun sudah sangat gampang dan terjangkau dengan paket-paket murahnya. Pergunakan itu untuk tetap bersandagurau dengan mereka. Hal itu sedikit banyak akan mengurangi rasa bosanmu dan berasa seakan lo masih berada di antara mereka.
 

4. Cari teman yang se-tipe

Saat ini banyak komunitas hobi yang dapat diikuti, jadi sangat mudah sebenarnya untuk kita menemukan teman yang setipe dengan kita, mungkin satu hobi, selera, kegiatan atau apa lah. Mungkin kamu suka menyanyi, melukis, jogging, dance, futsal, Basket, movie, karate, atau lainnya? sangat disarankan untuk ikut komunitas agar setidaknya mengurangi kemungkinan munculnya rasa negatif yang disebut sebelumnya.

5. Dengar lagu atau musik penuh gairah

Mendengarkan musik jenis tertentu sangat mempengaruhi mood seseorang, bahkan mempengaruhi kepribadian. Mungkin lo adalah seorang yang melankolis suka lagu-lagu sedih galau menggetarkan hati memporakporandakan perasaan? puasakan dirimu dari lagu-lagu seperti itu untuk saat ini, fokus kepada hal yang selalu berujung SEMANGAT.

6. Hobi baru? kenapa tidak

Saat baru di suatu daerah, mungkin kamu akan menemukan ide hobi baru yang  mendukung suasana barumu, misalnya ketika daerah tempat merantaumu adalah kumpulan bukit-bukit yang menantang, kenapa tidak menjadi seorang trekker atau pesepeda seperti orang setempat. Ketika di daerahmu adalah mahasiswa yang sering futsal, kenapa tidak ikut bergabung? explor semua pengalaman yang ada.

7. Beribadah

yang terakhir tapi yang paling ampuh adalah beribadah. Gue gak mampu menjelaskanini secara tepat, tapi gue yakin kalau beribadah, berdoa adalah hal yang paling kita butuhkan untuk tetap bisa bertahan di perantauan. Lakukan dan rasakan manfaatnya.


Nah, kayanya itu dulu tips sekalian curcol dari gue. you know what? bahkan tulisan ini adalah salah satu cara untuk menghindari rasa bosan dan rencananya akan menjadi hobi baru gue yang juga sedang menjadi perantau di tempat baru. jadi, semoga bermanfaat ya. Keep healthy Keep Happy. Salam Perantau!!!


******
Merantaulah, maka engkau akan mengerti akan alasan untuk kembali.
Merantaulah, maka engkau akan tahu mahalnya ongkos untuk kembali.

Comments

Popular posts from this blog

Pihak - pihak yang Membutuhkan Informasi Akuntansi

Catur-catur-catur Politik

Puisi Hilang