Puisi Hilang




Tulisan rasa itu, hilang sudah
Disapu air hujan, dan gelombang angin senja itu.
Senja yang seharusnya indah
Senja yang seharusnya indah

Sejak saat itu, semua tak lagi sama
Mulai menyalakan rasa, menyalahkan cita
Sesal pernah menggoretnya di atas pasir rapuh
Dan sekarang aku tak tahu apa yang ku inginkan
Yang ku tuliskan tentangnya juga melesat ke arah mana, aku gelisah.

Bubar, bubar
Aku ingin rasa ini, kumpulan rasa dalam kepalan dan gumpalan ini bubar
Pergi, hilanglah, lenyaplah
Aku sudah muak, dengan muak yang semakin membuatku bertanya
Benarkah aku menginginkannya pergi?
Sangat takut hilang
Sangat takut membenci
Sangat takut kau pergi

Aku gelisah, apakah rasa yang hilang bisa kembali
Atau rasa yang pura-pura bisa mengganti?
Hitamnya seyuman, terbelah indah di kedua bawah Matahari
Caramu melihat dunia, aku suka aku cinta
Dan, tapi  apa yang ku suka harus tiada
Sejak saat itu semua tak sama
Dan ku coba untuk tetap tak sama
Mulai ikhlas untuk bahagianya dan memilih tetap gelisah.


Maha Agung Waktu, aku meminta kuasa.
Hilangkan saja.
Aku.

Comments

Popular posts from this blog

Pihak - pihak yang Membutuhkan Informasi Akuntansi

Catur-catur-catur Politik